sorottajam.my.id, SAMBAS – Polemik penghentian sementara operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Semparuk 3 kembali menjadi sorotan. Mitra dapur, Sri Bintang Pamungkas, mengaku masih mempertanyakan alasan serta proses yang berujung pada penghentian operasional dapur yang dikelolanya.
Sebelumnya, Sri Bintang Pamungkas menyatakan keberatan atas keputusan penghentian sementara tersebut. Ia menilai langkah itu dilakukan tanpa memberikan kesempatan kepadanya untuk menyampaikan klarifikasi maupun dilakukan validasi langsung terhadap kondisi di lapangan.
Menurut Sri Bintang, dirinya telah berupaya menginisiasi pertemuan dengan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas di dapurnya serta Koordinator Wilayah (Korwil) Sambas guna membahas berbagai persoalan yang berkembang terkait Dapur MBG Semparuk 3.
Ia mengaku sempat meminta bantuan kepada ketua yayasan untuk menyampaikan pesan kepada Korwil Sambas. Dalam pesan tersebut, ketua yayasan mengusulkan pertemuan yang melibatkan seluruh pihak terkait guna mencari solusi dan memperoleh kejelasan atas persoalan yang terjadi.
“Assalamualaikum bang, mohon waktunya di hari Senin atau Selasa. Minta pertemuan mitra dan Kepala SPPG turut hadir, Korwil dan yayasan, kalau bisa BIN juga,” demikian isi pesan yang disampaikan.
Atas pesan tersebut, kata Sri Bintang, ketua yayasan menerima balasan dari Korwil Sambas yang berbunyi:
“Waalaikumsalam, kalau bisa selesaikan catatan perbaikan infrastruktur saja bang.”
Sri Bintang mengatakan dirinya memang pernah menerima catatan terkait adanya kebocoran pada bagian plafon dapur. Namun menurutnya, kondisi tersebut terjadi akibat faktor cuaca ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Memang pernah ada plafon yang bocor saat hujan deras. Kemungkinan karena ukuran pipa yang terlalu kecil sehingga air meluap. Namun hal itu sudah kami perbaiki,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa dari sejumlah catatan perbaikan yang diterimanya, tidak terdapat poin khusus yang menyebutkan masalah plafon bocor sebagai temuan yang harus ditindaklanjuti.
“Dari 19 item yang perlu diperbaiki oleh mitra, tidak ada mengenai plafon bocor,” kata Sri Bintang.
Menurutnya, upaya pertemuan yang diusulkan tersebut bertujuan untuk membahas secara terbuka berbagai persoalan yang muncul, termasuk laporan yang menjadi dasar evaluasi terhadap operasional dapur MBG Semparuk 3. Ia berharap seluruh pihak dapat duduk bersama agar diperoleh penjelasan yang objektif dan solusi yang baik bagi semua pihak.
Sri Bintang juga berharap persoalan yang terjadi dapat diselesaikan melalui komunikasi dan mediasi yang melibatkan pihak-pihak terkait sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman berkepanjangan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Korwil Sambas maupun pihak terkait lainnya belum memberikan keterangan resmi terkait pernyataan Sri Bintang Pamungkas tersebut. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan dan informasi yang berimbang dari seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan.
Sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan sesuai ketentuan Kode Etik Jurnalistik, media ini membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada Korwil Sambas, Kepala SPPG, maupun pihak terkait lainnya apabila ingin memberikan tanggapan, penjelasan, atau koreksi atas informasi yang dimuat dalam pemberitaan ini.
Sri Bintang Pamungkas Pertanyakan Laporan Plafon Bocor dan Upaya Mediasi Terkait Dapur MBG Semparuk 3









