Jakarta – HUT ke-81 Republik Indonesia tinggal menghitung hari. Namun, suasana upacara 17 Agustus tahun-tahun sebelumnya kembali menyisakan pertanyaan soal kesetaraan dan rasa keadilan.
Saat upacara berlangsung, sejumlah pejabat terlihat duduk nyaman di bawah tenda, terlindungi dari teriknya matahari. Sementara itu, masyarakat yang hadir sebagai peserta upacara justru harus berdiri dan merasakan langsung panasnya matahari tanpa perlindungan tenda.
Persoalannya bukan semata-mata soal tenda. Yang menjadi sorotan adalah kesan adanya perbedaan perlakuan antara pejabat dan masyarakat dalam sebuah momentum yang seharusnya menjadi simbol persatuan.
Di tengah semangat kemerdekaan dan penghormatan kepada para pejuang bangsa, tentu menarik untuk melihat apakah kenyamanan hanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki jabatan.
Besok, Senin 17 Agustus 2026, publik akan melihat langsung.
Apakah upacara HUT ke-81 RI masih akan memperlihatkan pemandangan yang sama—para pejabat duduk teduh di bawah tenda, sementara masyarakat dibiarkan berdiri di bawah terik matahari?
Atau justru tahun ini akan ada perubahan, sehingga seluruh peserta upacara mendapatkan perlakuan yang lebih adil dan manusiawi?
Kemerdekaan seharusnya bukan hanya dirayakan di atas podium, tetapi juga tercermin dalam cara pemerintah memperlakukan rakyatnya.
Publik menunggu jawabannya besok.








