SAMBAS – Pembangunan gedung layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sambas terus menunjukkan progres positif. Memasuki 9 September 2026, pekerjaan yang dimulai sejak 2 Juni 2026 tersebut telah mencapai sekitar 55 persen.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan ini merupakan bagian dari kegiatan penyediaan layanan kesehatan untuk UKM dan UKP rujukan tingkat daerah kabupaten/kota, dengan pekerjaan Belanja Modal Bangunan Kesehatan (Penguatan Layanan – Andalan Kusju-Kia).
Proyek yang berlokasi di RSUD Sambas ini memiliki nilai kontrak Rp5.117.604.608,00, bersumber dari APBD-DAK, dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender. Pelaksana pekerjaan adalah CV. Shulthan Garnida, sementara konsultan pengawasnya CV. Aztech Consultant.
Pihak pengawas proyek menyampaikan, progres pekerjaan terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.
“Dari awal sampai sekarang, 9 September 2026, sudah 55 persen proses pekerjaan,” ujar pihak pengawas proyek.
Selain perkembangan fisik, aspek keselamatan dan kesejahteraan tenaga kerja juga menjadi perhatian. Pengawas menyebutkan, sebanyak 28 orang pekerja terlibat dalam pekerjaan tersebut dan seluruhnya telah didaftarkan sebagai peserta BPJS.
“Semua pekerja ada 28 orang dan semua pekerja sudah dimasukkan BPJS,” ungkapnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan tenaga kerja memperoleh perlindungan selama menjalankan aktivitas pembangunan. Dengan demikian, pekerjaan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan dan perlindungan pekerja.
Pembangunan gedung layanan kesehatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan RSUD Sambas, khususnya dalam memperkuat fasilitas kesehatan yang dibutuhkan masyarakat.
Dengan progres yang telah mencapai 55 persen, masyarakat kini menantikan penyelesaian pekerjaan sesuai jadwal, sehingga manfaat pembangunan dapat segera dirasakan.








