Beranda / Uncategorized / P3A Punggur Jaya Dapat Upah Belasan Juta, Program Dana Negara Melalui P3TGAI Diduga Telah DiMonopoli Pihak Lain.

P3A Punggur Jaya Dapat Upah Belasan Juta, Program Dana Negara Melalui P3TGAI Diduga Telah DiMonopoli Pihak Lain.

Kubu Raya – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dilaksanakan oleh P3A Punggur Jaya diduga kuat hanya dijadikan formalitas oleh oknum tertentu demi keuntungan pribadi atau golongan.

Seolah sesuai ketentuan yang ditetapkan bahwa kelompok penerima manfaat telah menjalankan sesuai yang diwajibkan oleh peraturan yang ditentukan pemerintah dalam administrasi maupun pelaksanaan kegiatan tersebut padahal kebanyakan kelompok hanya diupah kerja dan dana dikelola pihak lain.

Dugaan paket telah diatur dan dikerjakan oleh pihak ketiga, Hasil konfirmasi dengan tukang dilapangan, pekerjanya banyak penduduk luar. Masyarakat disini, Dusun Beringin Jalan Parit Kasan Punggur Besar, cuma 2 orang jak. Proyek irigasi ini ada 3 Dari inisial NU dijual ke inisial EK, penduduk Parit Cina Desa Punggur Kecil, dengan harga per titiknya Rp. 18 juta.(Dikutip dari Radarinfestigasi).

Modus seperti ini dilakukan secara terbuka dan mengindikasikan dugaan PPK maupun BWSK1 juga mengetahui praktek tersebut sehingga wajib dievaluasi dan dia dalami oleh kementerian pekerjaan umum pusat bersama Aparat Penegak Hukum sesuai aturan yang ada karena menyangkut Dana negara.

Berdasarkan pedoman Kementerian Pekerjaan Umum yang dikutip dari berbagai sumber ketentuan penting dalam pengelolaannya Tanpa Pihak Ketiga.

Program P3-TGAI wajib dikelola secara swakelola oleh kelompok penerima program, yaitu Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan P3A (GP3A), atau Induk P3A (IP3A).

Pekerjaan dilakukan wajib secara gotong royong dan langsung dikerjakan oleh para petani anggota kelompok penerima manfaat dan Kelompok tani akan dibantu oleh Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) dalam hal perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan.

Hasil dokumentasi tim di lapangan juga mengindikasikan dugaan bangunan tidak dipasang Cerucuk dan Urugan sebelum Panel beton atau lantai kerja dipasang padahal lokasi saluran melewati tanah lunak atau lahan berlumpur/rawa yang memiliki daya dukung tanah sangat rendah sehingga rawan mengalami penurunan (ambles) atau bergeser setelah dialiri air.

Sudarsono Masyarakat Pegiat Sosial di Kalimantan Barat Memberikan respon terkait hal ini,” Saya bersama Tim akan mendalami dugaan temuan ini dan akan menyampaikan seluruhnya ke Kementerian di Jakarta agar program yang seharusnya untuk memajukan Petani ini tidak disalah gunakan oleh oknum tertentu demi keuntungan pribadi atau golongan sehingga berpotensi merugikan petani dan negara tegasnya.

Demi menjaga kode etik jurnalistik dan menyajikan pemberitaan yang berimbang (cover both sides), redaksi saat ini terus berupaya melakukan penelusuran lebih lanjut serta mengonfirmasi pihak-pihak terkait untuk dikonfirmasi.
Media ini berkomitmen untuk terus mendalami dan menyampaikan temuan informasi lapangan ke publik sesuai undang-undang pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *