Beranda / Uncategorized / Diduga Solar Subsidi dan LPG 3 Kg Ditimbun, Postingan di Grup Facebook Sambas Jadi Sorotan

Diduga Solar Subsidi dan LPG 3 Kg Ditimbun, Postingan di Grup Facebook Sambas Jadi Sorotan

sorottajam.my.id, SAMBAS — Di tengah antrean panjang kendaraan yang setiap hari mengular di sejumlah SPBU untuk mendapatkan solar subsidi, publik kembali dibuat geram dengan munculnya sebuah postingan di media sosial yang diduga menawarkan penjualan solar secara bebas.

Postingan tersebut muncul di grup Facebook “Aspirasi Urang Sambas” dari akun bernama Ruswandi Wandi. Dalam unggahannya, ia menulis:

“ready bensin dan solar SPBU Pertamina Sungai Pinang
WA : 0831-6771-0229”

Postingan itu turut menampilkan foto tumpukan jeriken yang diduga berisi BBM serta sejumlah tabung gas LPG 3 kilogram.

Tak lama setelah unggahan tersebut muncul, akun bernama Bang Sarep Cangkau Layang menanyakan harga solar dengan komentar:

“Brpe jual solar bos”

Komentar itu kemudian dibalas oleh pembuat postingan:

“solar 11rb/liter”

Percakapan berlanjut saat akun tersebut kembali bertanya:

“Ade brpe bnyk bosq”

Dan kembali dijawab:

“WA bos 0831-6771-0229”

Munculnya unggahan tersebut menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Pasalnya, antrean panjang kendaraan pengangkut barang dan nelayan untuk mendapatkan solar subsidi masih terus terjadi di berbagai SPBU di Kabupaten Sambas. Namun di sisi lain, muncul dugaan adanya pihak tertentu yang justru memiliki stok solar dalam jumlah besar untuk diperjualbelikan kembali dengan harga lebih tinggi.

Jika praktik tersebut benar terjadi, maka kuat dugaan adanya penimbunan BBM subsidi yang kemudian dijual kembali demi meraup keuntungan. Harga solar subsidi yang semestinya diperuntukkan bagi masyarakat tertentu justru diduga diperjualbelikan secara bebas dengan harga di atas ketentuan.

Tak hanya solar, dalam foto unggahan itu juga tampak sejumlah tabung LPG 3 kilogram. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya praktik penimbunan gas melon subsidi yang selama ini juga dikeluhkan masyarakat karena kerap langka di pasaran.

Di Kabupaten Sambas sendiri, kelangkaan LPG 3 kilogram sudah lama menjadi keluhan warga. Harga eceran tertinggi (HET) yang seharusnya berada di kisaran Rp18.500 per tabung, di lapangan justru kerap melonjak hingga sekitar Rp40 ribu di tingkat pengecer.

Fenomena kelangkaan solar subsidi dan LPG 3 kilogram bukan persoalan baru. Namun hingga kini masyarakat menilai belum ada langkah tegas dan nyata yang benar-benar mampu memutus rantai dugaan penimbunan maupun permainan distribusi barang subsidi tersebut.

Situasi ini pun memunculkan pertanyaan di tengah publik: apakah ada keterlibatan oknum tertentu sehingga praktik semacam ini seolah terus berlangsung tanpa penindakan serius?

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai unggahan tersebut maupun dugaan aktivitas penjualan solar subsidi dan LPG 3 kilogram yang beredar di media sosial.

Tim media masih terus melakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan kebenaran informasi tersebut serta meminta klarifikasi dari pihak-pihak terkait. media ini membuka ruang hak jawab sesuai dengan undang – undang pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *