Sorottajam.my.id, SAMBAS – Kondisi Jalan Usaha Tani (JUT) yang berada di jalur alternatif Sambas, Kecamatan Teluk Keramat, menuai sorotan masyarakat. Pasalnya, jalan yang baru selesai dikerjakan pada tahun 2025 tersebut kini sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik, meskipun usia penggunaannya masih terbilang sangat baru.
Berdasarkan pantauan di lapangan, permukaan jalan terlihat mulai retak, berlubang, dan mengalami penurunan badan jalan. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan dari masyarakat terkait kualitas pekerjaan proyek yang menggunakan anggaran pemerintah tersebut.
Selain persoalan kerusakan, keberadaan JUT tersebut juga menjadi perbincangan karena lokasinya berada di kawasan perkebunan kelapa sawit. Sejumlah warga mempertanyakan kesesuaian pembangunan jalan usaha tani di area yang didominasi tanaman sawit, mengingat program JUT pada dasarnya bertujuan mendukung akses petani menuju lahan pertanian produktif guna memperlancar distribusi hasil pertanian.
“Jalan ini baru selesai tahun 2025, tetapi sekarang sudah banyak yang rusak. Yang menjadi pertanyaan, kenapa jalan usaha tani dibangun di kawasan perkebunan sawit? Padahal masih banyak akses pertanian masyarakat yang lebih membutuhkan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Masyarakat berharap instansi terkait dapat melakukan evaluasi terhadap kondisi jalan tersebut, termasuk meninjau kembali perencanaan dan penentuan lokasi pembangunan agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh petani yang menjadi sasaran utama.
Selain itu, warga meminta dilakukan pemeriksaan terhadap kualitas pekerjaan proyek guna memastikan apakah kerusakan yang terjadi disebabkan oleh faktor teknis, spesifikasi pekerjaan yang tidak sesuai, atau faktor lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait mengenai penyebab kerusakan jalan maupun alasan pemilihan lokasi pembangunan JUT di kawasan perkebunan kelapa sawit tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan mengambil langkah perbaikan agar anggaran yang telah dikeluarkan tidak terkesan sia-sia serta benar-benar memberikan manfaat bagi sektor pertanian di Kabupaten Sambas.









